Video futures store featured technology that might exist in a future. Technology trends used RFID (Radio Frequency Identification), ubiquitous computing, touch screen, and others. RFID technology (Radio Frequency Identification) is a method of identification by means of the so-called RFID tags or transponders to save and retrieve data remotely. RFID technology in the video was a smart shelves with RFID. Ubiquitous computing technology can be defined as the use of computers spread where the user is just like a shopping list, smart information terminals, and others. Trend in video technology was almost all used touch screen technology. Interface technology featured wearing a very interesting and attractive. Users are not easily bored when reading the information because of a very attractive appearance. In addition to a very interesting interface, technology in the video was also user friendly. Users are given the ease in complete their job. Users are no longer confused if you want to find information because there are many means to find information. The information give more detail and more easily understood by users. Some example is in the video is a smart trolley, e shopping list, and others. The advantages of these technologies provides many positive effects for users. Users can more easily to complete their job. Users also do not have to waste any more time. Technology connected to one another make job more effectively and efficiently. Connected technology can save users’ time. One technology that is interesting in this video is the future check out. This technology can minimize errors in the calculation of shopping item. Be side positive effects, there are also negative effects of technology in the video is one of them is to be a lack of communication between human beings which will lead to anti-social behaviour. human function will be replaced by robots or machines. That's because the performance of the robot more effective and efficient than human. But behind the positive and negative effects of a technology, there is no doubt of technology can be a great help for human life.
You can watch the video here:
https://www.youtube.com/watch?v=q5sS2hjUDcU
Quod Erat Demostrandum
for tomorrow, sacrifice today
Kamis, 03 September 2015
Tugas Kuliah
MY OPINION ABOUT THE VIDEO TITLED FUTURE STORE
Selasa, 07 April 2015
Tugas Kuliah
ARTI
PENTING KEPEMIMPINAN
Dalam
bahasa inggris pemimpin disebut leader. Akar katanya to lead. Dalam kata itu
terkandung beberapa arti yang saling erat berhubungan:bergerak lebih awal,berjalan
didepan, mengambil langkah pertama,berbuat paling dulu,memeloporu,mengarahkan
pikiran-pendapat-tindakan orang lain,membimbing,menuntun,menggerakkan orang
lain melalui pengaruhnya.(iskandar putong)
Kepemimpinan
adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya
dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan
adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang
senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan
sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Teori
kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi
mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara
lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul
sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan
dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang
menjadi pemimpin, antara lain :
- Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
- Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai
persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan,
lingkungan dan kemampuan.
1.
Teori-teori dalam Kepemimpinan
a. Teori
Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
- Pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
- Sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
- Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun
teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat
deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan
efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun
apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya
mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat
diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b. Teori
Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah
kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan
pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai
deskripsi perilaku:
è Perilaku
seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah
tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di
samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan
tugas organisasi.
è Berorientasi
kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan
ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi
pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian,
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi
pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada
sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya
ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan
model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua
dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan
kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan
dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
c. Teori
Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut
teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu
yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi
organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor
situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut
Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
è Bentuk
dan sifat teknologi yang digunakan;
è Jenis
pekerjaan dan komplektifitas tugas;
è Persepsi,
sikap dan gaya kepemimpinan;
è Norma
yang dianut kelompok;
è Rentang
kendali;
è Ancaman
dari luar organisasi;
è Tingkat
stress;
è Iklim
yang terdapat dalam organisasi
TIPOLOGI KEPIMIMPINAN
Dalam teori
kepemimpinan sedikitnya terdapat enam tipologi kepemimpinan yang dikenal:
1.
Tipe otoriter
Adalah tipe pemimpin yang berbagai
kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukan sendiri oleh
pemimpin semata-mata.
2.
Tipe demokratis
Adalah tipe pemimpin yang berbagai
kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukan bersama antara
pemimpin engan bawahan.
3.
Tipe liberal
Adalah tipe pemimpin yang berbagai
kegiatan dan penetapan keputusan lebih banyak diserahkan pada bawahan.
4.
Tipe populis
Adalah tipe pemimpin yang mampu
membangun rasa solidaritas pada bawahan atau pengikutnya.
5.
Tipe kharismatik
Adalah tipe pemimpin yang memiliki
nilai ciri khas kepribadian yang istimewa atau wibawa yang tinggi sehingga
sangat dikagumi dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap bawahan atau
pengikutnya.
6.
Tipe kooperatif dimaksdukan tipe
kepemimipinan ciri khas indonesia, yaitu kepemimpinan yang memiliki jiwa
pancasila, yang memiliki wibawa dan daya untuk membawa serta dan memimpin
masyarakat lingkungan kedalam kesadarna kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan
berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar.
Dalam perkembangannya disamping enam
tipologi tersebut, dikenal juga tiga tipologi kepemimpinan:
1.
Tipe tertutup adalah pemimpin yang
tidak menginformasikan keadaan organisasi kepada para bawahan atau pengikut
walaupun dalam batas tertentu.
2.
Tipe terbuka adalah tipe pemimpin yang
menginformasikan keadaan organisasi kepada para bawahan, sehingga bawahaan
dalam batas tertentu mengetahui keadaan organisasi.
3.
Tipe moderat adalah tipe pemimpin yang
berorientasi pada iman,ilmu,amal,serta berwawasan lingkungan dan visi masa
depan.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Suwatno (2001:161),
mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai
berikut :
1.
Faktor genetis
Adalah faktor yang menampilkan
pandangan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena latar belakang keturunannya.
2.
Faktor social
Faktor ini pada hakikatnya semua orang
sama dan bisa menjadi pemimpin. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk menjadi
seorang pemimpin, dan tersalur sesuai lingkungannya.
3.
Faktor bakat
Faktor yang berpandangan bahwa
seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik, apabila orang
itu memang dari sejak kecil sudah membawa bakat kepemimpinan.
IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM
ORGANISASI
Kepemimpinan berarti
melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan,para karyawan
harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin Seorang pemimpin
yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaanya mampu menggugah pengikutnya
untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kekuasaan itu dapat bersumber dari :
hadiah.hukuman,otoritas dan charisma. Pemimpin harus memiliki kejujuran
terhadap diri sendiri,sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan dan
keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan pada diri sendiri dan orang lain
dalam membangun organisasi.
Dalam teori
manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus
pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan
antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai
seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap
bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik.
Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori
ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima
gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek
tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan
hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan
tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan
baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset
berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki
pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
SOURCES
A.M. Mangunhardjana,SJ. , Kepemimpinan, yogyakarta, Kanisius,1976
A.M. Mangunhardjana,SJ. , Kepemimpinan, yogyakarta, Kanisius,1976
Asri,
Teori dan Arti Penting Kepemimpinan, https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/teori-dan-arti-penting
kepemimpinan/ , 6 Maret 2015, 19.58.
Ayurisya
Dominata, Teori dan Tipologi Kepemimpinan, http://blog.sivitas.lipi.go.id/blog.cgi?isiblog&1253275195&&&1036006290&&1351745423&ayur001
, 6 Maret 2015, 19.35.
Erlangga Bachtera,
Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi, http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/implikasi-manajerial-kepemimpinan-dalam.html,
7 Maret 2015, 13.02.
HT Koesmono - Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan, 2007 - ced.petra.ac.id
Soekarso,Iskandar
Putong, Kepemimpinan:Kajian Teoritis dan Praktis, Jakarta, Mitra Wacana Media,
2015.
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=57797
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=57797
Senin, 16 Maret 2015
TEORI ORGANISASI UMUM 2
KOMUNIKASI
PENGERTIAN
KOMUNIKASI
Secara
etimologis, komunikasi berasal dari bahasa inggris communication, dan kata
communication berasal dari kata dalam bahasa latin comunnicatio. Kata
communicatio itu sendiri, bersumber dari kata communis yang berarti sama.
Pengertian
komunikasi tersebut bersifat dasariah. Artinya komunikasi itu minimal
harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikata minimal,
karena kegiatan komunikasi bukan hanya informatif, yakni agar orang lain
mengerti dan tahu, melainkan juga persuasif yaitu agar orang lain bersedia
menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan,
dll (effendy,1984:12). Berikut ini pengertian
komunikasi menurut beberapa ahli:
·
Raymond
Ross
“ Komunikasi
adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa
agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang
serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.”
·
Gerald
R. Miller
“Komunikasi terjadi saat satu
sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi
perilaku mereka.”
·
Everett
M. Roger
“Komunikasi adalah proses suatu
ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud
untuk mengubah tingkah laku mereka.”
·
Carl
I. Hovland
“Komunikasi
adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan
(biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang
lain.”
·
Forsdale (1981)
“Komunikasi adalah suatu proses
dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa
sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan. “
Berdasarkan
penjabaran definisi komunikasi diatas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi
merupakan proses pertukaran informasi dari satu orang ke orang lain yang
dilakukan dengan cara yang telah disepakatai atau dimengerti oleh komunikan.
ARTI PENTING
KOMUNIKASI
Komunikasi
adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang
lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan
manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi.
Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan,
kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan
melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan
reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Sebagai
makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi
menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain. Tindakan komunikasi ini
terus menerus terjadi selama proses kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam
berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses
komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses komunikasi
adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena
fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi
seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati
nuraninya kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui
komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau
terisolasi dari lingkungan di sekitarnya.
JENIS
KOMUNIKASI
1.
Komunikasi
verbal dengan kata-kata.
Komunikasi Verbal mencakup
aspek-aspek berupa:
·
Vocabulary
(perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam berkomunikasi.
·
Racing
(kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara
dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
·
Intonasi
suara. Mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain
artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang
tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
·
Humor.
Meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa
dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai
hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan
satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
·
Singkat
dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung
pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
·
Timing
(waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya
dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
2.
Komunikasi
Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah
penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti
pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal:
·
Ekspresi
wajah. Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi
wajah cerminan suasana emosi seseorang.
·
Kontak
mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak
mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan
menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar
mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain
untuk mengobservasi yang lainnya
·
Sentuhan
adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan
dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang
sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan
melalui sentuhan.
·
Postur
tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak
memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan
emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
·
Sound
(Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan
perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila
dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis
atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
·
Gerak
isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat
sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau
mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress
bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress
PROSES
KOMUNIKASI
Secara
ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
Komunikator (sender) yang mempunyai maksud
berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang
dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa
ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau
saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara
langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.media (channel) alat yang menjadi penyampai
pesan dari komunikator ke komunikan.
Komunikan
(receiver) menerima pesan yang
disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang
dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya,
apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
KOMUNIKASI
EFEKTIF
A.
Pengertian
Komunikasi Efektif adalah
komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang
yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi Efektif adalah
saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
B.
Tujuan
dan bentuk komunikasi efektif
Tujuan dari komunikasi efektif
adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan. Bentuk
komunikasi efektif :
·
Komunikasi
verbal efektif
o Berlangsung secara timbal balik
o Makna pesan ringkas dan jelas
o Bahasa mudah dipahami
o Cara penyampaian mudah diterima
o Disampaikan secara tulus
o Mempunyai tujuan yang jelas
o Memperlihatkan norma yang
berlaku
o Disertai dengan humor
·
Komunikasi
Non Verbal, yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah:
o Penampilan visik
o Sikap tubuh dan cara berjalan
o Ekspresi wajah
o Sentuhan
C. Unsur-unsur dalam membangun
komunikasi efektif :
·
Berhadapan.
·
Mempertahankan
kontak mata.
·
Membungkuk
ke arah klien.
·
Mempertahankan
sikap terbuka.
·
Tetap
relax.
IMPLIKASI MANAJERIAL
Menurut kamus besar Bahasa
Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk
ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial
atau manajemen. Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
Implikasi
prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja
dan formulasi kebijakan; Implikasi
kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
SUMBER:
Drs.A.s.Haris
Sumadiria,M.Si, Sosiologi Komunikasi Massa,Bandung,Simbiosa Rekatama
Media,2014.
H.Rochajat
Harun,Ir.,M.Ed.,Ph.d. dan Dr.Elvinaro Ardianto,Drs.,M.Si,Komunikasi Pembangunan
Perubahan Sosial:Perspektif Dominan,Kaji Ulang, dan Teori Kritis,Depok,Rajawali
Pers,2012.
H.Syaiful
Rohim,Teori Komunikasi:Perspektif,Ragam, dan Aplikasi,Bandung,Rineka
Cipta,2009.
chalouiss,Pengertian,Tujuan,Bentuk, dan Unsur,http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-bentuk-dan-unsur.html,15 Maret 2015,19.29.
chalouiss,Pengertian,Tujuan,Bentuk, dan Unsur,http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-bentuk-dan-unsur.html,15 Maret 2015,19.29.
Khusnia,Arti
Penting Komunikasi,https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/,
15 Maret 2015, 19.10.
Ratna
Fitrianingsih,Implikasi Manajerial,http://ratnafitrianingsih.blogspot.com/2013/05/4-implikasi-manajerial.html,15
Maret 2015,19.33.
Wikipedia,Daftar
Definisi Komunikasi,http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi,15
Maret 2015,19.13.
Wikipedia,Proses
Komunikasi,http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi#Proses_komunikasi,15 Maret
2015, 19.35.
Yogik
Arianto,Jenis-Jenis Komunikasi,http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/10/jenis-jenis-komunikasi-563927.html,15
Maret 2015,19.28.
Langganan:
Komentar (Atom)