Kamis, 03 September 2015

Tugas Kuliah

MY OPINION ABOUT THE VIDEO TITLED FUTURE STORE
Video futures store featured technology that might exist in a future. Technology trends used RFID (Radio Frequency Identification), ubiquitous computing, touch screen, and others. RFID technology (Radio Frequency Identification) is a method of identification by means of the so-called RFID tags or transponders to save and retrieve data remotely. RFID technology in the video was a smart shelves with RFID. Ubiquitous computing technology can be defined as the use of computers spread where the user is just like a shopping list, smart information terminals, and others. Trend in video technology was almost all used touch screen technology. Interface technology featured wearing a very interesting and attractive. Users are not easily bored when reading the information because of a very attractive appearance. In addition to a very interesting interface, technology in the video was also user friendly. Users are given the ease in complete their job. Users are no longer confused if you want to find information because there are many means to find information. The information give more detail and more easily understood by users. Some example is in the video is a smart trolley, e shopping list, and others. The advantages of these technologies provides many positive effects for users. Users can more easily to complete their job. Users also do not have to waste any more time. Technology connected to one another make job more effectively and efficiently. Connected technology can save users’ time. One technology that is interesting in this video is the future check out. This technology can minimize errors in the calculation of shopping item. Be side positive effects, there are also negative effects of technology in the video is one of them is to be a lack of communication between human beings which will lead to anti-social behaviour. human function will be replaced by robots or machines. That's because the performance of the robot more effective and efficient than human. But behind the positive and negative effects of a technology, there is no doubt of technology can be a great help for human life.




You can watch the video here:

https://www.youtube.com/watch?v=q5sS2hjUDcU

Selasa, 07 April 2015

Tugas Kuliah

ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Dalam bahasa inggris pemimpin disebut leader. Akar katanya to lead. Dalam kata itu terkandung beberapa arti yang saling erat berhubungan:bergerak lebih awal,berjalan didepan, mengambil langkah pertama,berbuat paling dulu,memeloporu,mengarahkan pikiran-pendapat-tindakan orang lain,membimbing,menuntun,menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya.(iskandar putong)
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
  • Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
  • Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.
1.        Teori-teori dalam Kepemimpinan
a.  Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
    • Pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; 
    • Sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; 
    • Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b.  Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
è Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
è Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
c.  Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
è Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
è Jenis pekerjaan dan komplektifitas tugas;
è Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
è Norma yang dianut kelompok;
è Rentang kendali;
è Ancaman dari luar organisasi;
è Tingkat stress;
è Iklim yang terdapat dalam organisasi

TIPOLOGI KEPIMIMPINAN
Dalam teori kepemimpinan sedikitnya terdapat enam tipologi kepemimpinan yang dikenal:
1.        Tipe otoriter
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukan sendiri oleh pemimpin semata-mata.
2.        Tipe demokratis
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukan bersama antara pemimpin engan bawahan.
3.        Tipe liberal
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan dan penetapan keputusan lebih banyak diserahkan pada bawahan.
4.        Tipe populis
Adalah tipe pemimpin yang mampu membangun rasa solidaritas pada bawahan atau pengikutnya.
5.        Tipe kharismatik
Adalah tipe pemimpin yang memiliki nilai ciri khas kepribadian yang istimewa atau wibawa yang tinggi sehingga sangat dikagumi dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap bawahan atau pengikutnya.
6.        Tipe kooperatif dimaksdukan tipe kepemimipinan ciri khas indonesia, yaitu kepemimpinan yang memiliki jiwa pancasila, yang memiliki wibawa dan daya untuk membawa serta dan memimpin masyarakat lingkungan kedalam kesadarna kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar.

Dalam perkembangannya disamping enam tipologi tersebut, dikenal juga tiga tipologi kepemimpinan:
1.    Tipe tertutup adalah pemimpin yang tidak menginformasikan keadaan organisasi kepada para bawahan atau pengikut walaupun dalam batas tertentu.
2.    Tipe terbuka adalah tipe pemimpin yang menginformasikan keadaan organisasi kepada para bawahan, sehingga bawahaan dalam batas tertentu mengetahui keadaan organisasi.
3.    Tipe moderat adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada iman,ilmu,amal,serta berwawasan lingkungan dan visi masa depan.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Suwatno (2001:161), mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1.     Faktor genetis
Adalah faktor yang menampilkan pandangan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena latar belakang keturunannya.
2.     Faktor social
Faktor ini pada hakikatnya semua orang sama dan bisa menjadi pemimpin. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk menjadi seorang pemimpin, dan tersalur sesuai lingkungannya.
3.     Faktor bakat
Faktor yang berpandangan bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik, apabila orang itu memang dari sejak kecil sudah membawa bakat kepemimpinan.

IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan,para karyawan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaanya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kekuasaan itu dapat bersumber dari : hadiah.hukuman,otoritas dan charisma. Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri,sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan dan keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan pada diri sendiri dan orang lain dalam membangun organisasi.
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.

SOURCES
A.M. Mangunhardjana,SJ. , Kepemimpinan, yogyakarta, Kanisius,1976
Asri, Teori dan Arti Penting Kepemimpinan, https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/teori-dan-arti-penting kepemimpinan/ , 6 Maret 2015, 19.58.
Ayurisya Dominata, Teori dan Tipologi Kepemimpinan, http://blog.sivitas.lipi.go.id/blog.cgi?isiblog&1253275195&&&1036006290&&1351745423&ayur001 , 6 Maret 2015, 19.35.
Erlangga Bachtera, Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi, http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/implikasi-manajerial-kepemimpinan-dalam.html, 7 Maret 2015, 13.02.
HT Koesmono - Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 2007 - ced.petra.ac.id
Soekarso,Iskandar Putong, Kepemimpinan:Kajian Teoritis dan Praktis, Jakarta, Mitra Wacana Media, 2015.
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=57797

Senin, 16 Maret 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2

KOMUNIKASI 
PENGERTIAN KOMUNIKASI
Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa inggris communication, dan kata communication berasal dari kata dalam bahasa latin comunnicatio.  Kata communicatio itu sendiri, bersumber dari kata communis yang berarti sama.
Pengertian komunikasi tersebut bersifat dasariah.  Artinya komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikata minimal, karena kegiatan komunikasi bukan hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, melainkan juga persuasif yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dll (effendy,1984:12). Berikut ini pengertian komunikasi menurut beberapa ahli:
·         Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.”
·         Gerald R. Miller
“Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.”
·         Everett M. Roger
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.”
·         Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.”
·         Forsdale (1981)
“Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan. “
Berdasarkan penjabaran definisi komunikasi diatas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi merupakan proses pertukaran informasi dari satu orang ke orang lain yang dilakukan dengan cara yang telah disepakatai atau dimengerti oleh komunikan.
ARTI PENTING KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain. Tindakan komunikasi ini terus menerus terjadi selama proses kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di sekitarnya.

JENIS KOMUNIKASI
1.        Komunikasi verbal dengan kata-kata.
Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa:
·         Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
·         Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
·         Intonasi suara. Mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
·         Humor. Meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
·         Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
·         Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.
2.        Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non verbal:
·         Ekspresi wajah. Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
·         Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
·         Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
·         Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
·         Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
·         Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress

PROSES KOMUNIKASI
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.
KOMUNIKASI EFEKTIF
A.        Pengertian
Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi Efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
B.        Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuan dari komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan. Bentuk komunikasi efektif :
·          Komunikasi verbal efektif
o    Berlangsung secara timbal balik
o   Makna pesan ringkas dan jelas
o   Bahasa mudah dipahami
o   Cara penyampaian mudah diterima
o   Disampaikan secara tulus
o   Mempunyai tujuan yang jelas
o   Memperlihatkan norma yang berlaku
o   Disertai dengan humor
·         Komunikasi Non Verbal, yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah:
o   Penampilan visik
o   Sikap tubuh dan cara berjalan
o   Ekspresi wajah
o   Sentuhan
C.    Unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif :
·         Berhadapan.
·         Mempertahankan kontak mata.
·         Membungkuk ke arah klien.
·         Mempertahankan sikap terbuka.
·         Tetap relax. 

IMPLIKASI MANAJERIAL
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen. Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu : Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan         formulasi kebijakan; Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

SUMBER:
Drs.A.s.Haris Sumadiria,M.Si, Sosiologi Komunikasi Massa,Bandung,Simbiosa Rekatama Media,2014.
H.Rochajat Harun,Ir.,M.Ed.,Ph.d. dan Dr.Elvinaro Ardianto,Drs.,M.Si,Komunikasi Pembangunan Perubahan Sosial:Perspektif Dominan,Kaji Ulang, dan Teori Kritis,Depok,Rajawali Pers,2012.
H.Syaiful Rohim,Teori Komunikasi:Perspektif,Ragam, dan Aplikasi,Bandung,Rineka Cipta,2009.
chalouiss,Pengertian,Tujuan,Bentuk, dan Unsur,http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-bentuk-dan-unsur.html,15 Maret 2015,19.29.
Khusnia,Arti Penting Komunikasi,https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/, 15 Maret 2015, 19.10.
Ratna Fitrianingsih,Implikasi Manajerial,http://ratnafitrianingsih.blogspot.com/2013/05/4-implikasi-manajerial.html,15 Maret 2015,19.33.
Wikipedia,Daftar Definisi Komunikasi,http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi,15 Maret 2015,19.13.
Wikipedia,Proses Komunikasi,http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi#Proses_komunikasi,15 Maret 2015, 19.35.
Yogik Arianto,Jenis-Jenis Komunikasi,http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/10/jenis-jenis-komunikasi-563927.html,15 Maret 2015,19.28.